
Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari senin diawal bulan September pada level 4328.07, setelah sempat menyentuh level terendah harian dan berada pada level 4321.75. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari kemarin dipicu oleh tingginya imbal hasil obligasi Pemerintah AS serta penguatan Dolar AS, yang membuat emas kurang menarik bagi investor.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS pada perdagangan sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan tersebut terjadi pasca meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memperkuat kekhawatiran terhadap risiko inflasi, sekaligus memicu gelombang aksi jual di pasar obligasi global.
Serangan yang dilakukan oleh Amerika di sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan eskalasi peperangan tang terjadi di Timur Tengah, sementara Teheran mengklaim telah melancarkan operasi balasan terhadap kepentingan Amerika di berbagai wilayah.
Kondisi ini justru menjadi tekanan bagi harga emas. Meskipun ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan permintaan aset safe haven, lonjakan imbal hasil obligasi AS dapat membatasi daya tarik logam mulia. Sebagai aset yang tidak memberikan bunga, emas cenderung kehilangan minat ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat karena biaya peluang untuk memilikinya menjadi lebih tinggi.
.
Artikel ini di posting di FXSTREET Indonesia. Baca selanjutnya Artikel tersebut: https://www.fxstreet-id.com/analysis/xau-usd-di-persimpangan-bertahan-di-us4300-atau-lanjut-melemah-202609020824
